Kamis, 05 Juli 2012

Pendidikan Berkualitas

Kualitas pendidikan dilihat dari proses pengelolaan peserta didik. Oleh itu, pencapaian prestasi (peringkat) tertinggi oleh peserta didik tidak hanya berlaku bagi mereka yang memiliki IQ di atas standar, akan tetapi berlaku untuk seluruh peserta didik dengan IQ rata-rata atau bahkan di bawah standar. Mari kita lihat hasil penilaian dari PISA (Programme for International Student Assessment) berikut!

Top results for the main areas of investigation of PISA, in 2000, 2003 and 2006.
2000 2003 2006
Reading literacy Mathematics Science
1.  Finland 546
2.  Canada 534
3.  New Zealand 529
4.  Australia 528
5.  Ireland 527
6.  South Korea 525
7.  United Kingdom 523
8.  Japan 522
9.  Sweden 516
10.  Austria 507
11.  Belgium 507
12.  Iceland 507
13.  Norway 505
14.  France 505
15.  United States 504
16.  Denmark 497
17.  Switzerland 494
18.  Spain 493
19.  Czech Republic 492
20.  Italy 487
21.  Germany 484
22.  Hungary 480
23.  Poland 479
24.  Greece 474
25.  Portugal 470
26.  Luxembourg 441
27.  Russia 462
28.  Latvia 458
29.  Mexico 422
30.  Brazil 396
1.  Finland 544
2.  South Korea 542
3.  Netherlands 538
4.  Japan 534
5.  Canada 532
6.  Belgium 529
7.  Switzerland 527
8.  Australia 524
9.  New Zealand 523
10.  Czech Republic 516
11.  Iceland 515
12.  Denmark 514
13.  France 511
14.  Sweden 503
15.  Austria 506
16.  Germany 503
17.  Ireland 503
18.  Slovakia 498
19.  Norway 495
20.  Luxembourg 493
21.  Poland 490
22.  Hungary 490
23.  Spain 485
24.  United States 483
25.  Italy 466
26.  Portugal 466
27.  Greece 445
28.  Turkey 423
29.  Mexico 385
1.  Finland 563
2.  Canada 534
3.  Japan 531
4.  New Zealand 530
5.  Australia 527
6.  Netherlands 525
7.  South Korea 522
8.  Germany 516
9.  United Kingdom 515
10.  Czech Republic 513
11.  Switzerland 512
12.  Austria 511
13.  Belgium 510
14.  Ireland 508
15.  Hungary 504
16.  Sweden 503
17.  Poland 498
18.  Denmark 496
19.  France 495
20.  Iceland 491
21.  United States 489
22.  Slovakia 488
23.  Spain 488
24.  Norway 487
25.  Luxembourg 486
26.  Italy 475
27.  Portugal 474
28.  Greece 473
29.  Turkey 424
30.  Mexico 410

Pada gambar terlihat bahwa Finland merupakan negara dengan kualitas pendidikan tertinggi. 
Mengapa? Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
42-22243084Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

dari Berbagai sumber.

Tidak ada komentar: